Apa On Air: ASI Sebagai Pohon Kehidupan

Senin, 27 Maret 2017 - Maret 27, 2017 WIB - 0 Comments



Proses menyusui anak-anak adalah tanda cinta kasih pertama para ibu. Anak merasa nyaman dan kenyang, dan ibu merasa tenang karena anak dalam dekapan. Menyusui itu mudah dan alamiah, tapi tetap perlu edukasi agar lebih percaya diri. Tak jarang banyak dari perempuan menyepelekan pemberian ASI sehingga menganggap menyusui adalah proses yang bersusah payah. Hal ini disebabkan bisa dari ilmu yang belum mumpuni, bisa juga karena kurangnya dukungan dari keluarga.


Perintah menyusui tertulis dalam QS. Al Baqarah:233 yang mana kalimat pertamanya berbunyi, "Para Ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..." Ini adalah landasan mengapa para ibu wajib menyusui anak-anak mereka. Allah SWT telah memberikan bayi sepaket dengan ASI. Dan Allah pula yang menjamin dan mencukupkan ASI itu ada untuk diberikan kepada bayi.

Dari sisi medis, alasan mengapa ibu wajib menyusui hingga dilindungi oleh undang-undang adalah karena menyusui itu banyak sekali keuntungannya. Seperti melindungi infeksi, bayi lebih sehat dan kandungan ASI yang diberikan juga sesuai dengan kebutuhan bayi. Jadi, jika selama ini memiliki masalah dengan yang namanya ASI kurang atau ASI tidak keluar, salah satu cara terbaik adalah mengkaji lagi riwayat menyusuinya. Perlu digarisbawahi pula bahwa dari 1000 ibu, 999 diantaranya sukses menyusui. Hanya 1 yang saja yang tidak sukses. Kunci utamanya adalah positif thinking, ASI saya cukup, maka cukuplah ia.

Manfaat Menyusui

Selain dasar perintah pemberian ASI di atas, menyusui juga memberikan manfaat yang luar biasa baik buat ibu maupun bayi. Diantaranya adalah
1.  ASI yang dihasilkan untuk bayi itu sesuai dengan kebutuhannya. Kandungan ASI itu berubah dari jam ke menit, hari ke hari hingga berganti bulan. Begitupula halnya ketika bayi sedang merasa haus sekali atau sedang merasa lapar, maka kandungan ASI yang diminum bayi itu bisa berbeda.

2. Bonding (ikatan bathin) antara ibu dan anak itu sangat kuat.

3. Memberikan ASI Ekslusif kepada bayi juga merupakan KB Alami

4. Sebagai perlindungan kesehatan untuk bayi. Seperti contoh ibu sedang sakit namun tetap menyusui bayi, maka tubuh ibu akan menghasilkan antibodi, dan antibodi dialirkan melalui ASI dan masuk ke tubuh anak dan anak menjadi lebih sehat. Jika anak yang sedang sakit, maka ASI akan menghasilkan antibodi dan berperan sebagai penyembuh.

Standar Emas Nutrisi ASI Menurut WHO

WHO merekomendasikan 4 langkah dalam standar emas nutrisi bayi. Yaitu:

1. Mulailah menyusui segera dalam waktu setengah sampai 1 jam setelah melahirkan (IMD). Biarkan bayi mencari payudara dan menyusu ke ibunya. Baik lahiran secara normal maupun SC, IMD tetap dapat dilakukan asal kondisi bayi dan ibu itu stabil dan setelah didiskusikan sebelumnya dengan dokter. Setelah itu, biarkan bayi rawat gabung dengan ibu.

2. ASI Ekslusif 6 Bulan
Definisi ASI Ekslusif adalah pemberian HANYA ASI kepada bayi tanpa tambahan apapun hingga usia bayi 6 bulan. Karena ginjal bayi dan sistem pencernaannya belum kuat jika diberikan makanan selain ASI. ASI sendiri sudah memenuhi 100% kebutuhan nutrisi bayi.

3. Memberikan Makanan Pendamping ASI Usia 6 bulan - 12 Bulan

4. Melanjutkan Pemberian ASI Hingga Usia 2 Tahun

Q&A:
1. Bisakah menyusui itu menurunkan berat badan? Bagaimana dg makan yang hanya buah dan sayur?

Menyusui itu membakar kalori. Tapi tetap ibu menyusui tidak disarankan untuk diet khusus. Tetap makan gizi seimbang, cukup tambah 200 kg kalori perhari.

Ibu harus mengingat kembali bahwa ASI mengambil sari makanan yang terbaik dari tubuh ibu. Jadi jika ibu hanya makan buah dan sayur saja selama masa menyusui, lantas karbohidrat dan protein yang dibutuhkan bayi akan didapat darimana? Bisa saja bayi akan mengambil cadangan makanan dari ibu. Yang terjadi demikian adalah ibu akan mengalami gizi buruk. Sehingga, sebaiknya hal ini tidak dilakukan selama ibu masih dalam masa menyusui.

3. ASI saya tidak ada, jika dipompa hanya setengah gelas kecil. Sehingga saya tidak sukses menyusui anak selama dua tahun. Kira-kira penyebabnya apa?
Dan Apakah ukuran payudara berpengaruh tidak terhadap banyak tidaknya ASI?

Soal ASI kurang, mungkin Ibu harus menemui konselor menyusui untuk dikaji ulang riwayat menyusuinya agar dapat ditemukan solusi untuk masalahnya.

ASI kurang atau tidaknya terhadap bayi itu hanya dapat dilihat dengan dua cara yakni pipisnya bayi kurang dari 6 x dalam sehari semalam dan kenaikan berat badan bayi sesuai atau tidak dengan KMS/grow chart.

Ukuran payudara tidak berpengaruh terhadap banyak-sedikitnya ASI. Karena setiap payudara itu memiliki gudang ASI masing-masing. Namun, banyak-tidaknya ASI tersebut bergantung pada sering tidaknya pemberian ASI. Semakin sering ASI diberikan kepada anak, semakin banyak pula produksi ASI yang akan dihasilkan oleh payudara.

4. Berapa lama pemberian ASI pada setiap 1 payudara?
Pada umumnya, bayi menyusu pada 1 payudara sampai kenyang dan puas itu dalam 15-20 menit dan keadaan payudara sudah kosong/kempes. Namun jika bayi belum puas, boleh dikasih ke payudara satunya lagi.

5. Apa yang bisa dilakukan Ayah untuk mendukung proses pemberian ASI?

Banyak! Karena keberhasilan pemberian ASI meningkat 99% jika suami turut mendukung. Ibu akan lebih pede untuk menyusui bayi jika Ayah ikut andil mengambil peranan. Hal sederhana yang bisa ayah lakukan adalah menyemangati dengan kata-kata memuji istri, 'Mama hebat,' misalnya. Ayah bisa juga membantu mengganti popok dan membahagiakan istri dengan cara-cara yang disukai istri agar istri senang dan bebas stress.

(Disiarkan di Radio Toss 99,3 FM dengan narasumber Konselor Menyusui, Hanum Vine Meiliza, S.TP yang juga sekretaris Aceh Peduli ASI)

Inspirasi Lainnya:

Tidak ada komentar: