Puasa dan Menyusui

Dalam keadaan normal, seorang wanita dengan aktivitas sedang memerlukan 1800-2200 kkal. Proses menyusui ekslusif menghabiskan 500 kkal perharinya, jadi si ibu yang sedang menyusui memerlukan tambahan 500 kkal dibanding kondisi normal. Hal ini bisa disiasati dengan menambah 1 atau 2 porsi makanan ringan sehat dalam sehari.



Bagaimana Jika Berpuasa?
DI negara kita; Indonesia, puasa dilalui selama kurang lebih 14 jam dalam sehari. Bagi ibu yang menyusui dapat melakukannya dengan cara memindahkan jam makan saja (menyiasati perubahan jam makan).

Perubahan Jam Makan 
Jika tadinya 3 x sehari, yaitu sarapan, makan siang, makan malam ditambah snack pagi dan sore, maka selama berpuasa menjadi sahur, makan saat berbuka puasa, makan menjelang tidur malam (diatur paling tidak 1,5 - 2 jam sebelum tidur malam) dan snack serta minum/asupan cairan lainnya bisa disiasati setelah ibu menyusui/memerah di malam hari.

Jangan lupa bahwa kadar hormon prolaktin tinggi di malam sampai dini hari yang merupakan saat yang bisa digunakan ibu untuk memerah selain menyusui langsung.

Menurut penelitian tahun 2006, ibu yang menyusui bayi usia 2-5 bulan dan berpuasa, ternyata puasanya tidak berpengaruh kepada bayinya. Kadar KH, protein, lemak tetap, yang menurun ikronutrien. Hasil yang sama juga didapatkan dari penelituian di Arab. Namun ada penelitian lain yang menuyatakan bahwa kondisi ibu dimana IMT (Indeks Massa Tubuh) tidak berubah tapi pemasukan kalori yang direkomendasi menurun.

Berdasarkan hasil penelitian, secara umum para tenaga kesehatan dan ahli laktasi menganjurkan para ibu menyusui secara ekslusif untuk tidak berpuasa selama bulan ramadan. Karena ibu menyusui secara ekslusif akan lebih sering dan cepat haus pasca menyusui terutama ketika bayi sedang dalam tahap Grow Spurt (percepatan pertumbuhan) yakni bayi akan menyusu lebih sering dari biasanya.

Walaupun ibu sudah tidak menyusui secara ekslusif, ada beberapa kondisi di mana ibu tidak dianjurkan/tidak diperbolehkan untuk berpuasa, yaitu:
1. Ibu sedang dalam pengobatan dari suatu penyakit
2. Sedang menderita penyakit berat, misalnya migren yang tidak terkontrol, hipertensi, diabetes dan hipoglikemia

Klasifikasi Orang Islam dalam Puasa Ramadhan
1. Orang yang diwajibkan dan tidak diwajibkan berpuasa
- Orang yang diwajibkan berpuasa adalah semua muslimin dan muslimat yang mukallaf
- Orang yang tidak diwajibkan berpuasa ramadan dan wajib mengganti puasanya di luar bulan ramadan adalah perempuan yang mengalami haidh dan nifas di bulan ramadan.

Hukum Puasa dan Cara Membayar Fidyah bagi Orang Sakit dan Orang Tua

...maka siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain, Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya untuk membayar fidyah; memberi makan seorang miskin (QS. Al- Baqarah:184)

2. Orang yang diberi keringanan dan orang yang boleh meninggalkan puasa
- Orang yang diberi keringanan (dispensasi) untuk tidak berpuasa, dan wajib mengganti (mengqadha) puasanya di luar bulan ramadan, yaitu:
a. Orang yang sakit biasa, dan
b. Orang yang sedang bepergian (musafir)  (Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al- Baqarah:184)

- Orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan fidyah 1 mud (0,5 kg) atau lebih makanan pokok untuk setiap hari.
a. Orang yang tidak mampu berpuasa, misalnya karena tua dan sebagainya.
b. Orang yang sakit menahun.
c. Perempuan hamil.
d. Perempuan yang menyusui. (Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al- Baqarah:184)

Dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah meringankan separuh shalat dari musafir, juga puasa dari wanita hamil dan menyusui." [6]

Hukum Tidak Berpuasa Karena Menyusui
  • Pertama, wanita hamil dan menyusui yang berbuka hanya berkewajiban membayar fidyah, tidak wajib mengqadha'. Pendapat ini diriwayatkan dari Ibn' Abbas, Ibn Umar dan Sa'id bin Jubair, juga al-Qasim bin Muhammad dan sekelompok ulama; riwayat ini juga disatir dari Ishaq bin Rahawih. Dan telah meriwayatkan Sa'id bin Jubair, Atha' dan Ikrimah dari Ibn 'Abbas dengan sejumlah sanad hasan, bahwa wanita hamil dan menyusui boleh berbuka lalu memberi makan dan ia tidak wajib mengqadha.
  • Ibn Umar pernah ditanya mengenai wanita hamil yang khawatir terhadap anaknya, beliau menjawab, "Boleh berbuka dan memberi makan sebagai fidyah, untuk setiap harinya satu mudd hinthah (gandum) yang diberikan kepada satu orang miskin.
  • Kedua, jika wanita hamil dan menyusui berbuka karena khawatir terhadap anaknya saja, maka wajib baginya wadha' dan membayar fidyah. Ini adalah pendapat rajih dan mu'tamad madzhab Syafi'i pendapat madzhab Hanbali, dan ini juga pendapat Mujahid.
  • Ketiga, wanita hamil yang berbuka hanya wajib mengqadha' dan tidak wajib membayar fidyah. Sedangkan wanita yang menyusui wajib mengqhadha' dan membayar fidyah. Ini adalah pendapat madzhab Maliki, al-Laits, dan juga merupakan pendapat Imam Syafi'i dalam kitab al-Buwaithi.
Tips Menyusui dan Berpuasa
Jaga makan > Perhatikan tanda jika harus berbuka > Cukup istirahat > Pantau bayi > Asupan Cairan > Asupan Nutrisi.

1. Jaga Makan, siasati waktu makan dengan 3x makan dan 2x snack.
2. Sahur menjelang imsak (shubuh), makan saat berbuka, makan menjelang tidur dan snack 2x setelah menyusui/memerah ASI.
3. Hormon prolaktin meningkat saat malam hari.

Asupan Nutrisi
- Gizi Seimbang

10 Pesan Gizi Seimbang
  1.  Syukuri dan nikmati anekaragam jenis makanan
  2. Banyak makan sayur dan cukup buah-buahan
  3. Konsumsi Lauk-pauk berprotein tinggi
  4. Konsumsi aneka ragam makanan pokok
  5. Batasi konsumsi makanan manis, asin dan berlemak
  6. Biasakan sarapan pagi sebelum beraktivitas
  7. Minum air putih yang cukup dan aman
  8. Biasakan baca label pada kemasan makanan
  9. Biasakan cuci sabun dengan air yang mengalir
  10. Berolahraga teratur dan jaga berat badan normal.
Asupan Cairan
- Tubuh kekurangan 2-3 % cairan saat puasa
- Ibu menyusui butuh 3 liter perhari yang dapat diperoleh dari air minum, buah dan sayuran.
- Hindari minuman yang sangat manis karena akan menimbukan cepat lapar.

Segera Berbuka jika, 
  1. Merasa sangat haus (terutama pasca menyusui/memerah)
  2. Urin/buang auir kecil bewarna pekat (kuning tua/cokelat) serta bau yang tajam
  3. Merasa sangat lemas, lelah dan pusing/berkunang-kunang.
Pantau Bayi
  1. BAK minimal 6x/hari
  2. Pantau kenaikan BB bayi
  3. Pantau perilaku bayi
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berpuasa
- Lemas saat berpuasa adalah hal yang wajar
- Usahakan istirahat siang atau rileks dengan duduk
- Berbahagialah karena perasaan bahagia akan meningkatkan oksitosin
- BB turun hal yang biasa asal jangan lebih 1kg dalam 1 minggu

(dirangkum dari #KelasMiniEdukasiMenyusui oleh dr. Aslinar, SpA, M. Biomed, Ketua Aceh Peduli ASI)

Berfofo bersama pemateri ketika kelas selesai

Wanita Pekerja Menyusui, Why Not?

ASI
Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week diperingati pada tanggal 1-7 Agustus setiap tahunnya. Pekan ASI Sedunia tahun 2016 ini (PAS) mengambil tema “ Breastfeeding A Key to Sustainable Development”. Untuk tingkat nasional mengangkat tema “ Ibu Menyusui sampai 2 tahun lebih hemat, anak sehat dan cerdas, dalam rangka mewujudkan keluarga sejahtera”. Kemudian dikuatkan dengan slogan Ayo Dukung Ibu Menyusui.

ASI & IMUNISASI

ASI
Apakah ASI bisa menggantikan posisi vaksin yang berguna untuk imunisasi? Jawabannya adalah TIDAK. Karena ASI dan Imunisasi tidak saling menggantikan akan tetapi berjalan beriringan. Memberikan ASI eksklusif enam bulan, dilanjutkan kemudian sampai usia dua tahun dan memberikan Imunisasi sejak lahir sampai usia tertentu berdasarkan jadwal yang sudah ditetapkan. Belakangan ini banyak bermunculan para antivaksin yang secara terang terangan menolak pemberian imunisasi. Mereka giat melancarkan kampanye melalui media sosial dan juga buku. Berbagai isu negatif digulirkan dalam menentang imunisasi.

MENYUSUI DALAM PERSPEKTIF AL QURAN & HADIST

ASI
Terdapat  beberapa dalil Al Quran yang menjelaskan tentang menyusui. Yang pertama adalah Surat Al Baqarah ayat 233 yang mengandung arti “Para Ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban Ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kemampuannya. Janganlah seorang Ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang Ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.

ASI dan Energi Cinta yang Meluap-luap

ASI
Sudah banyak orang tahu, ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Banyak pula yang paham, ASI tak tergantikan oleh susu formula termahal manapun. Banyak yang bertekad untuk menyusui bayinya secara eksklusif, atau bahkan sampai dua tahun penuh seperti anjuran kitab suci. Pun tak perlu pengesahan dari Komnas HAM maupun Komnas Perlindungan Anak untuk memahami bahwa ASI adalah hak bayi, dan kewajiban ibu untuk memberikan. Namun, tak sedikit yang kecewa karena gagal untuk menggenapkan penyususan hingga 6 bulan, lupakan target 2 tahun penuh itu. Banyak di antara wanita, dan suaminya, yang mengeluhkan berbagai kendala, sehingga tujuan mulia penyusuan harus terhenti di tengah jalan. Diiringi isak tangis dan perasaan teriris, banyak pasangan yang terpaksa membuka kaleng, membuatkan susu formula lalu memberikannya pada buah hati mereka. 

Apa On Air: ASI Sebagai Pohon Kehidupan



Proses menyusui anak-anak adalah tanda cinta kasih pertama para ibu. Anak merasa nyaman dan kenyang, dan ibu merasa tenang karena anak dalam dekapan. Menyusui itu mudah dan alamiah, tapi tetap perlu edukasi agar lebih percaya diri. Tak jarang banyak dari perempuan menyepelekan pemberian ASI sehingga menganggap menyusui adalah proses yang bersusah payah. Hal ini disebabkan bisa dari ilmu yang belum mumpuni, bisa juga karena kurangnya dukungan dari keluarga.